Belajarlah pada Sang Kelapa Sawit

Saya sangat antusias saat mengetahui ECC UGM (Engineering Career Center) mengadakan kompetisi menulis blog dengan tema “Motivasi dan Inspirasi dalam Kehidupan Sehari-hari” dalam rangka memperingati 4 tahun ECC. ECC UGM adalah salah satu career center yang dimiliki oleh Fakultas Teknik UGM yang bertujuan untuk mempertemukan perusahaan dengan calon pekerjanya dengan beragam informasi tentang lowongan kerja dan berbagai program menarik sehingga jobseeker siap bekerja dan perusahaan mendapatkan calon pekerja yang berkualitas. Anyway, karena ECC sedang “berulangtahun” yang ke-4, saya mengucapin HBD ECC. Tetaplah berjaya mengentaskan pengangguran di bangsa ini!

Ide judul blog : “Belajarlah pada Sang Kelapa Sawit” muncul saat saya sedang menjalani program magang di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit saat ini. Pengamatan dan pembelajaran saya selama magang memberikan saya motivasi dan inspirasi untuk memiliki hidup yang berguna seperti kelapa sawit.

Kenapa kelapa sawit? Tahukah Anda? Kelapa sawit memiliki karakteristik yang sama seperti kelapa. Meski demikian, ternyata kelapa sawit adalah penghasil minyak tertinggi daripada kelapa, bahkan jika keadaan kebunnya kurang baik sekalipun masih dapat memberikan hasil minyak yang lebih tinggi daripada kelapa yang terpelihara dengan baik. Demikian juga kita sebagai pribadi harus tetap bertumbuh dan berdaya guna tinggi meskipun lingkungan kita tidak baik.

Untuk berdaya guna tinggi, kelapa sawit mengalami berbagai proses yang panjang dan “sulit” untuk menghasilkan minyak CPO dan inti (Kernell).

Mulai dari menanti di stasiun loading ramp, kemudian direbus dengan suhu dan tekanan uap yang cukup tinggi, dibanting, diaduk dan dilumatkan, dipress, dipecah bijinya, diekstrak dan dimurnikan minyaknya. Demikian juga hidup ini. Kita bisa saja diijinkan oleh sang Pencipta yaitu Pribadi yang ingin memurnikan hidup kita untuk mengalami proses yang sulit dan kadang menyakitkan. Terluka, diangkat dan dijatuhkan, dipanaskan, berada pada tekanan atau masalah yang besar, dan sebagainya untuk pada akhirnya kita “dimurnikan” untuk menghasilkan “minyak” atau hidup yang berguna bagi orang lain.

Di dalam karir juga, ada proses sulit yang kita alami selama mencari, menanti, bahkan menjalani pekerjaan. Tetapi yakinlah dan jalanilah semua proses yang membuat pribadi kita semakin berdaya guna terhadap perusahaan tempat kita bekerja.

Kembali pada kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit memiliki seluruh bagian yang berdaya guna. Buah digunakan untuk menghasilkan minyak CPO dan inti (Kernell). Batang pohon dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, bahan kimia, bahan energi, dan untuk proses  peremajaan lahan kelapa sawit. Daun dapat digunakan sebagai “sapu” untuk membersihkan areal pabrik .

Minyak CPO dapat diolah lagi di industri hilir menjadi berbagai bentuk, baik bahan pangan (minyak goreng, margarin, lemak kue, industri makanan ringan) maupun bahan non-pangan (bahan industri penyamakan kulit, pelumas di industri tekstil, sabun, deterjen, semir sepatu, lilin, tinta, BBM, shampoo, kosmetik,dsb). Sedangkan inti (Kernell) akan diproses untuk diambil minyaknya sehingga dapat digunakan sebagai minyak goreng, oleokimia, salad oil, dsb. Bungkil atau ampas inti pun  berguna menjadi pakan ternak dan pupuk.

Selama proses pengolahan kelapa sawit juga dihasilkan limbah buangan, seperti tandan kosong, ampas press, cangkang, limbah cair, dsb. Tandan kosong berguna sebagai sumber nutrisi atau pupuk di areal perkebunan kelapa sawit. Ampas press dapat dimanfaatkan sebagai bahan particle board, pulp kertas, dan energi. Cangkang dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk membangkitkan energi yang dipakai operasional pabrik dan juga sebagai bahan perataan jalan. Terakhir, limbah cair yang sangat bau masih dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ataupun bahan penghasil energi biogas.

Wow.Wow.Wow! Ketika mengetahui informasi ini, saya begitu kagum dengan tanaman spesial ini, sang kelapa sawit.

Menurut saya, sepanjang hidupnya tanaman kelapa sawit sangat berguna dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari. Bahkan limbahnya pun berdaya guna, sehingga tidak ada satu bagian pun yang terbuang sia-sia.

Saya begitu merindukan bahwa hidup saya pun seperti sang kelapa sawit, menjadi pribadi yang berguna dan berdampak bagi orang lain dan lingkungan sekitar saya. Meski itu berarti menerima konsekuensi mengalami proses yang terkadang menyakitkan untuk dimurnikan oleh-Nya. Tidak masalah, yang penting hidup saya berguna dan berarti bagi orang lain.

Oleh karena itu, saya mengajak kita untuk belajar pada sang kelapa sawit. Belajar memiliki hidup yang berguna dan berarti.

Selamat menjadi kelapa sawit dan semangat menjalani proses pemurnian itu! GBU.

3 Comments (+add yours?)

  1. berlin
    Feb 16, 2011 @ 01:11:40

    mantap jaya rek…!!!!

    Reply

  2. renath
    Feb 16, 2011 @ 23:47:30

    kereeeeeeeeeeeen ro……. 😀 😀

    btw,,,,,daunnya memang buat “sapu ya”..???,…baru dengar aku..hahaha..LOL

    Reply

  3. ECC UGM
    Feb 17, 2011 @ 04:28:39

    Berkunjung..😀
    Salam Sukses!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 2,025 hits
%d bloggers like this: