Learning God from him

Waktu-waktu belakangan ini, aku sering dilanda ketakutan dan kekhawatiran luar biasa… Bahkan merasa tidak bisa lg melakukan self encouraging. Yg ada : “kamu bodoh, masa gitu aja kamu ga bisa, kamu harusnya kayak dia, dsb.”

Hari ini, bahkan udah beberapa kali di hari2 sebelumnya, dia selalu mengingatkan aku. Membuka mataku supaya aku sadar.

“Kamu itu punya potensi, Ro… Potensi dlm dirimu itu besar. Dgn potensi itu aku yakin kamu bisa melewati ini. Tapi kalo dengan POTENSI PLUS KETAKUTANMU, aku sendiri jd ragu kamu bisa atau tidak.”

Ya, takut. Ketakutan saat ini menggerogotiku, bahkan aku tdk bisa bersyukur dan menyemangati diri sendiri.

“Tuhan ga pernah menjanjikan kita selalu berada dlm keadaan baik. Tp Dia menjanjikan, dalam situasi apa pun, baik ataupun sulit sekalipun, Dia akan selalu ada menyertai kita.”

Siapa yg ga pernah dengar kata2 itu?
Aku sering. Bahkan menasihati org lain dgn kata2 itu jg sering. Tp dgn situasiku saat ini, ketika aku mendengar lg dr dia, aku merasa berbeda.

Ya, siapa pun bisa mengiyakan pernyataan itu di saat dia berada di situasi baik-baik saja. Tp di situasi penuh ketakutan seperti yg kurasakan saat ini, mendengar kata2 itu seolah2 menamparku utk membuka mata.

“Ayo ro, seberat apa pun masalahmu sekarang, Dia akan selalu ada menyertaimu”

Oke, aku akan belajar memahami itu Tuhan. Aku akan belajar mengingatkan diriku kalau Tuhan akan selalu menyertaiku.

Kadang aku sering bertanya pd Tuhan, kenapa Tuhan? Saat aku minta Tuhan spy aku jgn takut. Supaya aku tdk malu bertemu dgn org lain. Supaya aku berani menghadapi masalahku. Tapi anehnya, malah yg dtg adalah kejadian yg di luar perkiraanku. Bukannya semakin sedikit bertemu org lain, sebaliknya sering bertemu org yg menanyakan masalahku. Akhirnya aku takut, malu, minder lg.

“Ro, kalau kamu minta ke Tuhan spy kamu tidak malu, kira2 apa yg akan Tuhan lakukan? *Phow* semua masalah yg membuat malu akan lenyap, atau justru Tuhan mendatangkan org2 itu supaya kamu “belajar” dan “dilatih” utk tidak malu? Yg pertama atau kedua?”

…. *hening*

“Mmm… Yg kedua.” (Aku menjawab dgn malu)

Ya, aku tahu sekarang. Sebenarnya Tuhan sedang bekerja, sedang menyertaiku.

“Bayangkan saat ini kamu sedang akan berlari. Tuhan sudah siap2 berlari di samping kamu. Tapi kamu tiba2 tertunduk, merasa : aku takut, aduh gimana ini, aku ga bisa, dsb. Padahal Tuhan uda siap dgn posisinya,teriakin: ayo ro.. Ayo kita lari sama2. Tuhan teriak ayo ro.. Kamu bisa. Ini loh Aku ada, kita lari sama2.”

“Gimana kamu mau berhasil lari?”

“Kalaupun kamu akhirnya lari dan di tengah jalan berhenti atau tersandung, Tuhan yg berlari di samping kamu akan berhenti dan berbelok utk membantumu bangkit. Dia bukan penonton. Dia akan bantu kamu bangkit lagi, Ro.”

“Jadi, kamu masih ngerasa kalau Tuhan tdk menyertai kamu?”

….. *hening*

Sekarang aku sedang belajar. Ya belajar. Dan belajar tdk hanya sekarang, seumur hidup aku akan belajar tentang Tuhan. Belajar mengenal Tuhan yg menjadi Tuhan atas hidupku. Seringkali pemahaman yg “banyak” tidak benar2 kupahami setelah aku benar2 mengalaminya. Dan sekarang, aku mau mengalami “pemahaman” itu bersama Tuhan.

Ya, aku akan berlari.
Aku tidak akan tertunduk lagi.
Aku akan menatap ke depan.
Memulai lari.
Dan mengingat Dia yg berlari bersamaku.
🙂

Thanks God for teaching me through him.
I know it’s all because You love me.
Teach me to be still and know You are God.
All I want is to know You and to love You more and more… I love You.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 2,025 hits
%d bloggers like this: