Aku merindukan……

Rasa sakit itu kembali terulang.

Ya, sakit di sini.

Di hatiku.

Jantungku berdetak cepat.

Seketika aku sulit bernafas.

Kembali air mata itu menetes.

 

Kenapa Tuhan?

Kenapa tanpa sebab musabab kau ijinkan aku mengalami ini lagi?

Tidakkah cukup waktu yang kujalani untuk berusaha tegar?

Tangguh setegar karang.

Wanita tangguh.

 

Tidak!

Kau tidak tangguh.

Kau karang yang rapuh!

 

Apa kabarmu sekarang?

Egoku hancur seketika.

Di hadapan-Nya dan di hadapanmu (jika kau sadari)

 

Ingin rasanya menyapamu.

Tapi pikiranku ini berhasil mencambuk perasaan yang sudah dibutakan.

Aku harus bertahan.

Tak mungkin kata-kata itu ditarik kembali ke asalnya.

Seolah tak pernah terucap.

Tidak.

Aku harus bertahan.

 

Ini yang terbaik?

Entahlah.

Pikirku tak sampai untuk menentukannya.

Aku serahkan pada Dia yang memimpin hidupku.

 

Semoga kau baik-baik saja.

Di mana pun engkau.

Semoga Dia, pemilik hidupmu juga, menyertaimu senantiasa.

Berbahagialah dengan hidupmu.

Doaku menyertaimu.

 

Satu hal saja yang ingin kuucap.

Satu hal saja.

 

Aku merindukanmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 2,025 hits
%d bloggers like this: